30 September 2010

AKU MENYINTAIMU ( ? )


Betapa besar cinta dan sayang seorang ibu, demi seorang anak, dia sanggup berjaga malam, tidurnya hanya tidur-tidur ayam.

Mimpilah apa sahaja; baik mimpi yang menakutkan, mimpi hiba yang mengalirkan air mata, atau mimpi indah bulan jatuh ke riba, tangisan seorang anak di tengah malam pasti membangunkan seorang ibu dari terus diulit lena. Lalu dia bersegera mendapatkan anaknya, menenangkannya agar si anak kembali melelapkan mata.

Namun, diri ini menginsafi tatkala membaca bait-bait bermakna ini :

عَنْ عُمَرَبْنِ الْخَطَّابِ قَالَ قَدِمَ عَلَيَّ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِسَبِيٍّ فَاِذَاامْرَأَةٌ مِنَ السَّبِيِّ تَبْتَغِى اِذَا وَجَدَتْ صَبِيًّا فِى السَّبِيِّ أَخَذَتْهُ فَاَلْصَقَتْهُ بِبَطْنِهَا وَأَرْضَعَتْهُ فَقَالَ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَتَرَوْنَ هَذِهِ اْلمَرْأَةَ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِى النَّارِ قُلْنَا لاَ وَاللهِ وَهِيَ تَقْدِرُ عَلَى أَنْ تَطْرَحَهُ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم اَللهُ اَرْحَمُ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا

Maksudnya : Dari Umar bin al Khattab RA berkata:“Bahwa beliau datang menghadap Rasulullah SAW dengan membawa beberapa orang tawanan. Di antara para tawanan itu terlihat seorang wanita sedang mencari-cari, lalu ketika ia mendapatkan seorang anak di antara tawanan tersebut, dia langsung mengambil anak itu lalu memeluknya ke perut untuk disusui. Lalu Rasulullah SAW berkata kepada kami: Bagaimana pendapat kamu sekalian, apakah wanita ini akan melemparkan anaknya ke dalam api? Kami menjawab: Tidak, demi ALLAH, sedangkan dia mampu untuk tidak melemparnya. Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya ALLAH lebih mengasihi hamba-NYA daripada wanita ini terhadap anaknya.” ( Hadis Sahih riwayat Muslim no.4947 )



Sungguh, kasih ALLAH Maha Indah, sayang ALLAH nyata terserlah,

Namun, sering diri ini bertanya sendiri…

"Andai ingin beroleh cinta ALLAH, lafaz yang diungkap tidak semudah melaksanakan…
Kerana, menyintai-NYA memerlukan sebuah ketulusan,
Mengasihinya memerlukan sebuah pengorbanan,
Menyayangi-NYA memerlukan sebuah kesetiaan
Menuntut tanggung jawab, menagih pembuktian.”

Bisikan keimanan berbicara kepada diri …

Andai ketika bersedekah dan menghulurkan derma, dirimu merasa lebih mulia dari golongan yang menerima, sedarlah jiwamu sebenarnya masih belum tulus melakukan itu kerana TUHAN Yang Maha kaya,

Andai pakaianmu yang sempurna menutup aurat hanya mencetuskan rasa sombong dan bangga diri, sedarilah jiwamu sebenarnya masih jauh untuk beroleh reda-NYA,

Andai kemahuan diri lebih dituruti berbanding tuntutan ILAHI, sedarlah bahawa jiwamu masih jauh dari taat dan setia melaksanakan perintah-NYA.

Tanggungjawabmu kepada-NYA, masih culas, nafsu amarahmu masih bebas…
Bagaimana mampu kau buktikan cinta untuk-NYA yang telah kau lafaz...


Aku menyintaimu ( ?)


Lalu, layakkah menyatakan cinta sedang sikapmu umpama menanam tebu di pinggir bibir…manis meluahkan kata-kata, tetapi bicara hanya tinggal bicara, tidak terlaksana.

Lantas, tangan ini diangkat ke langit yang tinggi, nurani berseru dengan nama ILAHI Rabbi…

Wahai TUHAN Yang Maha pengampun, hamba-Mu datang untuk mengadu dan memohon...
Atas setiap derap langkah yang tidak terlepas dari silap dan salah,
Atas setiap butir kata yang selalu melangkaui sempadan agama,
Atas setiap bisikan hati yang iri dan dengki,
Atas ketulusan, pengorbanan dan kesetiaan yang masih dipersoalkan..
Diri ini terlalu banyak dosa dan noda…
Keampunan-MU ku pinta…
Cinta dan reda-MU kudamba.





I am the worshiper who earned the sins forbid by the wishes from seeking forgiveness. I am the worshiper who wakes saddened of his missteps (mistakes), worried and depressed. I am the worshiper who earned the sins forbid by the wishes from seeking forgiveness. I am the worshiper who wakes saddened of his missteps, worried and depressed.


I am the worshiper whose book (where his deeds are recorded) is being lined (as in filled) where all has been watched and nothing no matter how small is missing (all is written which implies the book is heavy physically and on the soul). I am the worshiper who is mistaken and sinned in secret (but all is known to Allah) so why wouldn't I start weeping in tears.I am the worshiper who is mistaken and sinned in secret so why wouldn't start weeping in tears.


I am the worshiper who earned the sins forbid by the wishes from seeking forgiveness. I am the worshiper who wakes saddened of his missteps, worried and depressed. I am the worshiper who wasted and lost the years and didn't pay attention to the white hair growing (getting old).I am the worshiper drowned by the sea waves crying (screaming) for I may find a response. I am the worshiper drowned by the sea waves crying for I may find a response.


I am the worshiper who earned the sins forbid by the wishes from seeking forgiveness. I am the worshiper who wakes saddened of his missteps, worried and depressed.I am the worshiper sick of sins seeking a doctor (healer). I am the worshiper who is homeless and wasn't fair to myself so I come to your door in shame (I am guessing the house of God).


I am the worshiper who is homeless and I wasn't fair to myself so I come to your door in shame. I am the worshiper who earned the sins forbid by the wishes from seeking forgiveness. I am the worshiper who wakes saddened of his missteps, worried and depressed.


Mencari dan terus mencari cinta ILAHI.
Jumpa lagi, InsyaALLAH.

4 comments:

Ummu Zahrah said...

semoga kita tidak diuji dengan ujian yang tak mampu kita hadapinya...

Ummie said...

Aku mencintai Mu ya Allah, Namum usahaku untuk mencintai Mu masih belum layak untuk aku mendapatkan syurga Mu. Kurniakan kami kekuatan iman untuk terus mencintai Mu. Terima kasih untuk article yang menyentuh hati yang ini..

zeera said...

Terima kasih Ina, entri ini sangat menyentuh sanubari, membuatkan k.zira berfikir dan bermuhasabah diri. Jika diri ini mendakwa mencintai Allah dan RasulNya, apakah buktinya?Sudahkah perintahnya dilaksanakan? Adakah laranganNya dijauhi? Apakah sunnah Rasulullah dijadikan amalan diri? Ya Allah, Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun, maka ampunkanlah dosa2ku..

suri solehah said...

salam...
tersentuh hati membaca nya...jauh lagi rasa diri dariNya....amarah,ujub sering bertandang...kak ina..apakah tandanya kita mencintai Allah?